Tampilkan postingan dengan label rumah tangga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rumah tangga. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 April 2017

Aku Milik Suamiku dan Suamiku Milik Ibunya..


AKU MILIK SUAMIKU dan SUAMIKU MILIK IBUNYA

Seburuk apapun mertua.. aku selalu ingat bahwa..

Dia..adalah wanita yg mengandung suamiku dalam kepayahan selama 9bln..
Dia..adalah wanita yg air susunya menjadi makanan pertama bagi suamiku..
Dia..ialah wanita yg mendidik dan membesarkan suamiku, yg mngajarkan kepada suamiku akhlaq sehingga aku nyaman di sisi suamiku.


Aku..ga pernah keluar uang sepeserpun untuk

nyekolahin suamiku.. hingga ia dapat ijazah, yg sekarang ijazah itu ia gunakan utk mencari nafkah..untuk menafkahi aku!!

Aku..ga sedikitpun mendidik suamiku hingga kini ia jadi pria yg penuh tanggungjawab.. dan aku merasakan bahagia menjadi istrinya.

Setelah pengorbanannya yg bertubi tubi.. anak laki lakinya menikah denganku.. dia bagi kasih sayang anaknya denganku..

Cemburu?? Pasti dia cemburu..aku wanita asing, yg kini selalu disayang2 oleh anak laki lakinya..

Harta anak laki lakinya tercurah untuk kunikmati..padahal ia yg melahirkan..membesarkan dan mendidik..

Aku memahami cemburu itu.. walau aku pun merasakan cemburu ketika suamiku lebih memihak mertuaku..

Aku bukan malaikat yg ga pernah jengkel dgn mertuaku,, dan mertuaku pun bukan malaikat yg selalu kubela.

Adakalanya aku marah..cemburu dan sakit hati,,

Namun aku ingat semua jasanya pada suamiku.. jasa yg sampai akhir hayatpun aku ngga akan mampu membayarnya..


Pada ujung tangisku.. terngiang nasehat ibundaku tercinta..

"Nak.. dukunglah suamimu utuk berbakti pada ibunya.. jangan suruh ia memilih antara kau dan ibunya.

Karena.. kelak kau akan merasakan bagaimana sakitnya diperlakukan seperti itu oleh anak laki lakimu..

Apa yg kau lakukan pada mertuamu..akan dilakukan pula oleh menantumu.. segala sesuatu pasti ada timbal baliknya"..

Dan tangisku makin deras..

Oh suamiku.. bahagiakanlah org tuamu semampumu..

Semoga kelak anak2 kita pun membahagiakan kita, sebagai balasan baktimu pd orang tuamu.
Mumpung mereka masih hidup.. belum tentu pula mereka masih bisa ngrepotin kita 10th ke depan.

Ga lama.. tapi balasannya adalah syurga


Silakan like and share

Sumber : Ryan Thamrin

Jumat, 14 April 2017

Ayah, Jangan Sakiti Perasaan Ibu dengan Pertanyaan-Pertanyaan Ini


Ayah, Jangan Sakiti Perasaan Ibu dengan Pertanyaan-Pertanyaan Ini

1. "Bunda sepertinya harus diet deh."
Meski Anda hanya becanda, istri Anda akan mengira bahwa Anda mengatakan ia 'gemuk.' Jangan katakan apapun walau Anda lihat ia benar-benar mengalami penambahan berat badan. Sebaliknya, sarankan ia menghidangkan makanan sehat untuk Anda berdua, atau ajaklah ia berjalan kaki tiap pagi. Niscaya rumah tangga Anda akan lebih harmonis.


2. "Bunda cerewet banget sih."
Anda lelah akibat tugas kantor yang menumpuk plus kemacetan yang harus Anda lalui pada hari itu. Sesampainya di rumah, istri Anda menyambut dengan hujan pertanyaan yang membuat Anda merasa kesal. Meski Anda merasa terganggu, namun bagi istri itu adalah bentuk perhatiannya dalam menyambut suami sepulangdari bekerja. Kalimat seperti di atas hanya akan memancing kalimat pedas lainnya, dan terjadilah percekcokan.


3. "bunda terlalu boros."
Menghakimi perilaku berbelanja istri hanya akan membuatnya tertekan. Perasaan ini diakibatkan ia harus memutar otak ekstra keras untuk mengatur keuangan di tengah situasi ekonomi yang sering kali tidak menentu. Saya pun tak yakin para suami cukup update tentang naik turunnya harga sembako, kecuali misalnya Anda menjalankan usaha toko kelontong. Jika Anda curiga terhadap perilaku belanja istri Anda, cobalah sesekali Anda dan istri pergi berbelanja ke pasar atau supermarket berdua untuk mengetahui benar dan tidaknya kecurigaan Anda.


4. "Jangan pakai baju itu dong, bun"
Anda dan istri hendak menghadiri sebuah pesta reuni SMA. Istri memakai baju yang menurut Anda terlalu seksi dan Anda tak menyukai hal ini. Anda bisa menyarankan pakaian lain yang lebih pantas dikenakannya, daripada terpaksa batal datang ke pesta karena Anda dan istri terlibat adu mulut gara-gara sepotong baju!


5. "Bunda ngapain aja sih seharian?"
Suatu hari Anda pulang kantor lebih cepat dari biasanya dan terkejut saat mengetahui rumah berantakan oleh mainan anak-anak Anda, tumpukan pakaian yang belum diseterika dan tak ada makanan apapun di meja makan! Meski Anda benar-benar kesal menghadapi situasi semacam ini, jangan katakan apapun yang membuatnya tersinggung dan membuat rumah tangga Anda makin tidak nyaman.


6. "Kaos kakiku ditaruh dimana?"
Pagi hari adalah waktu tersibuk bagi ibu rumah tangga manapun, tak terkecuali istri Anda. Ia harus menyiapkan anak-anak untuk sekolah, membuat sarapan, dan banyak lagi. Jangan menambah kepanikannya dengan menyuruhnya melakukan sesuatu yang sebenarnya bisa Anda lakukan sendiri.


7. "Masakanmu seenak masakan ibuku."
Anda bermaksud memujinya. Namun membandingkan istri dengan ibu Anda belum tentu membuatnya merasa senang, dan akan menjerumuskan Anda ke sebuah pertengkaran!


8. "Kau selalu begitu."
Mengatakan terus terang tentang kebiasaan istri yang tak Anda sukai hanya akan membuatnya marah dan berupaya membela diri. Bahkan bisa saja ia akan balik menyerang Anda. Jika Anda memang merasa harus mengatakan sesuatu tentang kebiasaan buruknya, coba awali tanpa menggunakan kalimat 'kau selalu ...'.


9. "Aku sibuk!"



Kalimat semacam ini harus dihindari jika Anda berniat menjaga situasi kondusif dalam rumah tangga Anda. Usahakan merendahkan nada bicara agar istri Anda tidak tersinggung saat mendengarnya.

Pasangan kita adalah orang yang rela berpayah-payah demi kebahagiaan bersama.


RUANG PEMAKLUMAN
Sudah biasa, jika kehidupan rumah tangga dibumbui pertengkaran dan ketidakcocokan.
Sudah biasa, jika sesekali kita merasa kecewa dengan pasangan.
Pun sudah biasa, jika kadang kita marah karena hal-hal sepele yang dilakukan pasangan kita.
Suami atau istri kita memang jodoh kita. Ia hadir untuk melengkapi diri kita. Maka jangan dipaksakan harus selalu sama. Namanya melengkapi itu ya (+) dan (-), bukan (+) semua atau (-) semua. Ibaratnya, kita ini siang yang menghangatkan dan pasangan kita malam yang mendinginkan.
Begitulah Allah mengaturnya.
Adapun, jika suatu hari kita merasa marah kepada pasangan, atau kecewa karena beberapa sikap yang dilakukannya, sedang untuk memaafkannya masih belum juga sanggup, hal utama yang perlu dilakukan ialah menyediakan ruang pemakluman dalam hati kita untuknya.
Pemakluman tentang apa?
Pemakluman, bahwa ia hanyalah manusia biasa. Yang sesekali terjatuh, sesekali juga dikuasai oleh nafsu.
Pemakluman, bahwa ia bukan makhluk sempurna tanpa cela. Jadi wajarlah kalau sesekali ia bersalah, sesekali ia kurang peka, atau yang lain-lainnya.
Ruang pemakluman ini penting agar kita dihindarkan dari cinta yang berlebih-lebihan dan membabi-buta. Jangan sampai kita berlebihan mencintai sampai meninggalkan dakwah. Seperti yang pernah menimpa Abdullah bin Abu Bakar. Jangan sampai kita mencintai pasangan kita, sehingga melalaikan kita dari niat semula, seperti yang dulu pernah dilakukan seorang Muhajjir yang berhijrah karena ingin mempersunting Ummu Qais. Jangan sampai, kita mencintai berlebih-lebihan sampai rela menjadi gila, sebagaimana Majnun kepada Layla.
Lalu, ruang pemakluman apa lagi?
Ialah pemakluman, bahwa pasangan kita manusia yang seimbang, ada kekurangan tentu juga ada kelebihannya. Jadi jangan terfokus pada kekurangannya saja dan melupakan kebaikan-kebaikan yang dilakukannya.
Pasangan kita adalah orang yang berani menikahi kita. Itu poin kebaikan yang pertama.
Bukankah di luar sana banyak pemuda atau pemudi yang getol mengajak pacaran tanpa ada orientasi menikah? Mau dibawa ke mana sebuah hubungan jika hanya berisi rayuan-rayuan tanpa muara? Dan pasangan kita, suami atau istri kita, adalah orang yang menepis fenomena tak bertanggung jawab tersebut, melalui sebuah akad sederhana. Dia suami kita, yang berani meminta kita secara baik-baik dari wali kita. Dia istri kita, yang mau diajak menjalani bahtera rumah tangga, meninggalkan kenyamanan hidup bersama orang tuanya demi kita. Dialah pasangan kita, yang insyaallah penuh kebaikan untuk kita.
Pasangan kita adalah orang yang rela berpayah-payah demi kebahagiaan bersama. Jika kita seorang istri, pandanglah suami kita, yang rela berpanas-panas di terik matahari demi menafkahi kita. Jika kita seorang suami, pandanglah istri, yang rela berpayah-payah mengandung, melahirkan, dan menyusui, meninggalkan gaya hidupnya yang nyaman demi mengasuh anak-anak kita. Maka, maklumilah jika sesekali pasangan kita berbuat salah. Bisa jadi ia sedang lelah, atau sedang ingin mendapat perhatian lebih dari kita.
Pun dengan memberikan ruang pemakluman, kita akan mudah menikmati kehidupan rumah tangga, yang tentu saja kondisinya naik dan turun, bahkan terkadang terjatuh dan terjungkal. Sebab hati terasa lebih damai, tanpa beban, dan menjadi lebih mudah mensyukuri nikmat. Insyaallah.

By Yannah Akhras

PERHATIKAN! 10 Arti dari Kode Istrimu..


10 ARTI DARI KODE ISTRIMU

Pakk, siapa di mari yang masih susah nerjemahin merengut dan kode-kode rahasia nyonya bojo di rumaahh? 

Ini saya coba bikin primbon singkatnya yaa buat menerjemahkan ~

Syukur-syukur banget bisa mengurangi tingkat perceraian di Indonesia dan bikin keluarga makin anget-anget kuku, 


1. Kalo pas nyonya cuci piring kedengeran suara "prang-klontang-pyarr" yang kenceng, itu tanda kerjaan rumah belum kelar-kelar. Wes Pak, ndang berdiri ambil sapu. Bantu beresin rumah dikit-dikit.

2. Kalo pas lagi jagain anak terus tiba-tiba nyonya ngomel-ngomel ke anakmu, itu tanda-tanda istrimu butuh dibantu jagain anak Pak. Wes, langsung ikutan nimbrung buat ajak main anak. Ambil alih segera peran jaga anaknya.

3. Kalo pas mau berangkat kantor terus sampeyan bilang, "Mah, minta uang bensin." terus nyonya merengut ngoceh ndak berhenti-berhenti, itu artinya di rumahmu sek banyak kebutuhan dan uang di rekening mulai menipis. Wes segera ancang-ancang cari duit tambahan Pak.

4. Kalo pas kumpul reuni sekolah, dan mendadak nyonya diem seribu bahasa, itu tandanya dia lagi merasa sendiri Pak. Cobalah tetap fokuskan perhatianmu ke istrimu meski kamu sedang kumpul dengan temen lamamu. Apalagi kalo gebetan jaman dulu dateng juga, wes biasa aee.. Istrimu perasa Pak, ojok nambahi jeles.

5. Pas lagi dinas luar kota kok istrimu gak ngontak-ngintak, eh pas dikontak malah jawab singkat-singkat. Segera telpon Pak kalau sempet. Soalnya itu tandanya istrimu kangen,pingin tau kabar dan posisimu, cuma gengsi mau ngontak dulu, takut dikira ganggu. Ealah malah sampeyan kayake kadang lupa mau kasih kabar.

6. Istrimu udah lama dipojokan gak kedengaran suaranya, eh mendadak kedengaran dia udah nangis pelan sesenggukan. Pakk, itu jelass istrimu lagi sedih, cuma sengaja nangis nya agak dikencengin supaya sampeyan denger dan tanya, "Dek, kamu gakpapa?". Wes Pak, ndang dipuk-puk bojomu ~

7. Terserah. Ini jawaban paling nyeremin buat Bapak-bapak dari istrinya kalo pas suami ngasih pilihan ke istrinya. Salah pilih bisa kacau sedunia  Kalo istrimu jawab seperti ini, wes pilih opsi paling terbaik yang ada.

8. Istrimu habis nonton drakor dan seharian ceritain gimana seru dan termehek-meheknya ceritanya. Itu kode kalo istrimu minta diromantisin, wes besok langsung beli bunga Pak, kasih sepulang kerja. Setangkai pun bisa bikin istrimu senyum seharian dan jadi kenangan sepanjang masa toh 

9. Suatu hari rumah kalian kedatangan tamu, di tengah asiknya percakapan tiba-tiba nyonya mendelik dan ketip-ketip ke arahmu. Kalo kayak gini, coba inget-inget lagi Pak, kayake ada sepatah dua patah kata-katamu yang salah di tengah percakapan  Segera wes pura-pura ke dapur atau ke kamar, koordinasi lagi sama nyonya apa ada kata-katamu yang salah 

10. Seharian ini nyonya gak berhenti-berhenti merengut, rasane semua salah. Sampeyan kena omel terus wes. Baca arti kode dari nomer 1 sampai 9 ndak ada yang bener. Terus kudu piye?
Nah, coba cek dulu Pak. Mungkin istrimu lagi waktunya datang bulan. Kalo udah di tahap ini, saran saya sih sampeyan PASRAH aja wes didengerin aja istri bilang apa pun sambil banyak-banyak berdoa supaya segera terlewati 






Memahami istri dan membuatnya bahagia ternyata ribet ya, Pak? Ini bahkan mungkin hanya sebagian 

Tapi percayalah Pak,
Uang bisa dicari,
Rumah bisa dibeli,
Tahta bisa diraih,
Tetapi wanita disampingmu ini,
yang kini kau sebut istri,
yang rela membersamai sejak titik nol-mu, bertumbuh bersama, hingga maut menjemput kalian nanti.
Sungguh, dia tak akan terganti.





💌 Rizky Kurniawati

Rabu, 12 April 2017

Bukan Ayah yang Galak..


BUKAN AYAH YANG GALAK
“Aa, Abang, Kaka. Masuk kamar!” suara Ayah tegas dengan nada dan volume cukup tinggi namun bermimik wajah lembut.
Ada apa gerangan? Ayah hampir tidak pernah sekeras ini saat berbicara.
Kami bertiga masuk ke kamar, menuruti perintah Ayah dengan kepala tertunduk. Peluh masih membasahi sekujur punggung, kami baru pulang bermain bola di kampung sebelah saat adzan Isya telah berkumandang. Memang kami terlalu larut bermain.
Kamar itu sebenarnya sebuah garasi yang disulap menjadi tempat tidur bersama dan ruang serbaguna dengan penerangan lampu seadanya. Aa bersila diantara aku dan Kaka yang juga ikut bersila. Kami sering disebut ‘Tiga Serangkai’ oleh tetangga karena selalu bertiga kemana-mana. Ayah pun bersila di hadapan kami. Wajahnya mempertontonkan kekecewaan yang semakin membuat kami ciut.
“Kenapa pulang selarut ini?” Ayah mulai menginterogasi kami.
Aa sebagai kakak lelaki pertama memposisikan diri sebagai juru bicara dan mulai berkilah panjang tentang alasan kenapa pulang larut malam. Mulai dari sendal Kaka yang hilang sebelah karena dijahili anak kampung sebelah hingga diajak main Playstation setelah main bola oleh Dodi, tetangga sekaligus teman karib kami bertiga.
“Sudah shalat maghrib?”
Sebuah pertanyaan yang mencekat. Aa diam membeku. Apalagi aku, Apalagi Kaka yang paling muda. Kami betul-betul lupa waktu saat itu. Hanya menundukkan kepala yang bisa kami lakukan. Mungkin karena ini wajah ayah begitu kecewa.
"Bu, tolong matikan lampu”, suara Ayah lembut kepada Ibu.
Ibu yang semenjak awal ternyata mendengarkan di balik pintu kemudian masuk dan mematikan lampu lalu duduk di samping Ayah. Kamar seketika gelap gulita.
“Apa yang bisa kamu lihat sekarang?”
Hening.
"Semua gelap. Lihat sekeliling kamu, hanya ada hitam. Tapi ulurkan tanganmu ke kanan dan ke kiri. Kamu akan merasakan genggaman tangan saudaramu dan Ayah Ibu.”
Kami saling menggenggam.
“Tapi tidak lagi saat nanti di alam kubur. Karena kamu akan sendirian dalam kegelapan. Tidak ada saudaramu. Tidak ada Ayah Ibu. Hanya sendiri. Sendiri dalam kegelapan dan kesunyian.”
Aku tercekat. Semua terdiam. Genggaman tangan di kanan kiriku mengerat. Lalu terdengar suara korek api kayu dinyalakan, sesaat tergambar wajah Ayah, Ibu, Aa, dan Kaka akibat kilatan cahaya api pada korek yang dinyalakan Ayah. Semua berwajah sendu. Korek itu membakar sebuah benda yang menghasilkan bara berbau menyengat. Bau obat nyamuk.
"Siapa yang berani menyentuh bara ini?” suara Ayah masih mendominasi.
Semua diam. Masih diam.
“Ini hanya bara. Bukan api neraka yang panasnya jutaan kali lipat api dunia. Maka masihkah kita berani meninggalkan shalat? Shalat yang akan menyelamatkan kita dari gelapnya alam kubur dan api neraka.”
Terdengar suara isak tangis perempuan. Itu Ibu. Genggaman kami semua semakin menguat.
"Tolong Ayah. Tolong Ibu. Ayah Ibu akan terbakar api neraka jika membiarkan kamu lalai dalam shalat. Aa, usiamu 14 tahun, paling dewasa di antara semua lelaki. Abang, 12 tahun. Kaka, 10 tahun. Bahkan Rasul memerintahkan untuk memukul jika meninggalkan shalat di usia 10 tahun. Apa Ayah perlu memukul kamu?”
Suara isak tangis mulai terdengar dari hidung kami bertiga. Takut. Itu yang kurasakan. Kami semua saling mendekat. Mendekap, bukan lagi menggenggam.
“Berjanjilah untuk tidak lagi meninggalkan shalat. Apapun keadaannya. Sekarang kita shalat Isya berjamaah. Dan kamu bertiga mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.”
***

Anak anda mulai berumur 7 tahun? Belajarlah 'Tega'.
Ilustrasi di atas akan menguatkan semangat kita untuk mengikis habis yg menjadi penghambat/ujian dalam menjaga fitrah keimanannya.

 ðŸŒ¾Bulir Ibrah dan Hikmah ðŸŒ¾
Dinukil dan diselia dari "Shalat"
Hafizh M. Noor Esa, 17 Oktober 2016


***



Dari akun Nur Widiana

Senin, 10 April 2017

Suami yang Mencuci Baju Sendiri Bukan Karena Ingin, Tapi..


:: SUAMI YANG MENCUCI BAJU SENDIRI BUKAN KARENA INGIN TAPI.....

Dear Ayah Bunda,

Wahai para SUAMI yg mengaku beriman.. berakhlak(beradab) lah dengan istrimu.... Tauladan akhlak/adab yg di ridhoi ALLOH SWT. adalah Akhlak Baginda Rasulullah ï·º...

Karena Akhlak/Adab kedudukannya lebih tinggi dari pada ilmu dan amal...

Inilah beberapa Contoh Akhlak karimah...

(1) Suami yang mencuci baju sendiri bukan karena ingin menyenangkan istrinya, bukan karena takut tangan istri menjadi kasar, tapi KARENA RASULULLAH SAW MELAKUKANNYA.

(2) Suami tidak bersuara keras pada istri bukan karena takut dengan istrinya akan marah dan pergi dari rumah, tapi KARENA RASULULLAH SAW MELAKUKANNYA.

(3) Suami sabar dan diam ketika istri menuntut hal-hal diluar batas kemampuannya bukan karena takut ditinggalkan sang istri, tapi KARENA RASULULLAH SAW MELAKUKANNYA.

(4) Suami tersenyum melihat istrinya cemburu kepada perempuan lain bukan karena takut kepada istrinya, tapi KARENA RASULULLAH SAW MELAKUKANNYA.

(5) Suami memakan makanan istrinya yang asin atau pun yang keras bukan karena mencoba romantis di depan istri, tapi KARENA RASULULLAH SAW MENGHARGAI MASAKAN ISTRINYA.

(6) Suami mengumpulkan sejumlah dana untuk disimpan istri bukan karena bodoh dalam mengatur keuangan, tapi KARENA RASULULLAH SAW MELAKUKANNYA.

(7) Suami merawat anak-anak kecil ketika mereka sakit bukan karena mereka cocok jadi perawat pribadi, tapi KARENA RASULULLAH SAW MELAKUKANNYA.

Jadi, Stop melakukan sesuatu karena merasa istri kita adalah nafas kita, jantung hati kita, kehidupan kita, itu sesuatu hal yang aneh yang coba dikaitkan dengan sesuatu yang romantis. lelaki yang romantis bukan yang menurut semua kemauan istrinya.

Lakukanlah, jika Rasulullah melakukannya. tuntunannya karena Rasulullah SAW.
MASYA ALLAH...

Semoga yang mengucapkan Aamiin & yang Membagikan mendapat pasangan yang setia, sholeh/sholehah dan menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah, serta kelak dimasukkan ke dalam surga yang terindah. Aamiin

(“Jika kita telah mengalami keajaiban-keajaiban dalam hidup ini, jangan lupa membagikannya kepada orang lain agar orang lain merasakan juga keajaiban dalam hidup mereka”)

Mudah2an bermanfaat dan bisa mengamalkan nya..

Semoga bermanfaat yaa... :)

.

Ketika istri ngomel dan marah marah, diamlah..Biarkan ia mengeluarkan amarahnya..


:: KETIKA ISTRI NGOMEL.....

Dear Ayah Bunda,

Ketika istri ngomel dan marah marah, diamlah...Jangan timbali, karena jika dilawan akan timbul perang.

Biarkan ia mengeluarkan amarahnya. Wanita memang perlu mengeluarkan kekesalannya pada apa yang dianggap salah. Ia letih pasti karena pekerjaan rumah, letih karena mengerjakan ini dan itu, lebih pasti menjaga anak.

Suami diam saja...setelah capek marah dan ngomelnya, Belikan ia hadiah kecil, cokelat atau juice di warung depan rumah, lalu katakan dengan tenang: ?"Terima kasih telah menasihatiku dengan marahmu, kau boleh marah sayang, namun sebesar apapun marahmu, itu jauh lebih kecil daripada kebaikan yang kau lakukan untuk keluarga kita".?

Aku yang paling berhak menerima marahmu, karena aku belum mampu membuatmu bahagia dan termuliakan sebagai seorang istri.❤

Jangan balas memarahi istrimu. Ia adalah bagian dari tulang rusukmu, jika kau memaksa meluruskannya ia akan patah. Namun jika kau membiarkannya tanpa membimbingnya, ia akan tetap bengkok selamanya.

Semoga kita bisa memperbaiki akhlaq kita terhadap istri kita....!
Aamiin..


Sumber: Abu Faruq

Pesan untuk Para Suami..


Pesan untuk Para Suami
...
Kemaren saya menulis pesan untuk para istri. Hari ini saya menulis pesan untuk para suami.
.....
Perempuan itu makhluk perasaan, mudah tergoda oleh sesuatu yang masuk ke dalam hati melalui pendengarannya.

Jangan menyalahkan istri jika ia tertarik dengan sosok laki-laki yang tampak romantis dan penuh perhatian.
Laki-laki yang pandai mengungkapkan kalimat pujian dan menampakkan perhatian yang besar terhadap dirinya.
Ketertarikan seperti ini bersifat alamiah, sesuatu yang wajar saja pada rata-rata kaum perempuan. Yang harus disalahkan adalah bab ketergodaan, bukan bab ketertarikan.

Rasa tertarik itu wajar dan normal, namun tergoda itu tidak wajar dan tidak benar. Karena sudah memiliki suami, maka ia harus menepis dan menjauhkan diri dari ketergodaan.

Para istri jangan pernah membenarkan diri untuk tergoda dengan alasan menemukan laki-laki yang tulus memperhatikan dirinya dan mendapatkan kenyamanan hati dalam interaksi.

Karena merasa nyaman, kemudian melakukan sejumlah tindakan untuk mengikuti perasaan nyaman tersebut hingga akhirnya berujung kepada ketergodaan. Ini yang tidak bisa dibenarkan.

Apalagi ketika situasinya ia merasa digoda, bukan tergoda. Di rumah ia merasa tidak ada yang memperhatikan, namun di luar rumah ada banyak laki-laki yang sengaja memberikan perhatian istimewa terhadap dirinya.
Situasi ini pun tidak boleh digunakan untuk membenarkan tindakan ketergodaan.

Istri Anda manusia biasa. Ia bisa tergoda kapan saja dan di mana saja.

Sebagaimana telah saya ungkapkan di atas, godaan itu ibarat virus yang tersebar di udara. Hanya orang yang tengah lemah imunitas dirinya yang akan terkena penyakit akibat virus.

Sama-sama berinteraksi dengan udara yang bervirus, ada yang terinfeksi dan ada yang tidak terinfeksi. Semua tergantung kondisi imunitas diri masing-masing.

Jika memiliki imunitas yang kuat, maka tidak akan terpengaruh oleh virus. Jika imunitasnya lemah, maka mudah terinfeksi oleh virus.

Oleh karena itu, para suami harus selalu berusaha untuk memperhatikan istrinya dengan sikap dan tindakan yang membuat istri merasa nyaman.


Manjakan pendengaran istri Anda dengan kata-kata mesra yang membuai dirinya, agar ia tidak berpaling ke lain hati.


Usahakan untuk selalu memberikan perhatian yang tulus terhadap istri agar ia terpikat dan tergoda oleh suami tercinta.

Di rumah ia akan merasa mendapatkan apa yang diinginkan, yaitu sosok suami yang selalu mencintai, menyayangi, mengerti, memperhatikan, menghormati, menghargai, dan bisa menerima dirinya apa adanya.
Para suami jangan malas untuk memberikan perhatian istimewa untuk istri. Lakukan sejumlah usaha agar wajah selalu cerah di hadapan istri, tampilan selalu menyenangkan, bau selalu segar, ditambah dengan sikap yang lembut dan menyenangkan hati istri.

Hendaknya Anda menjadi suami yang mudah memuji dan memberikan apresiasi terhadap istri, selalu mengerti dan memperhatikan kondisi istri, bahkan memberikan pelayanan yang istimewa untuk istri.

Jangan malas berolahraga dan menjaga kesehatan badan, agar bisa optimal membersamai istri.

Jangan bosan mendengarkan curhat dan cerita istri, karena istri sangat senang didengarkan dan diperhatikan.

Dengan cara seperti itu, suami telah menjadi sosok yang selalu menyenangkan dan membuat nyaman istri.

Para suami tidak perlu khawatir istri akan berpindah ke lain hati. Manjakan selalu hati istri Anda dengan kata-kata mesra dan perbuatan nyata, agar ia tidak pindah ke lain hati dan selalu setia kepada anda.

Jangan pernah berlaku galak, mata membelalak, suka membentak, karena itu akan membuat dada istri menjadi sesak.

Peluklah istri dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, usap keningnya, elus rambutnya, genggam jemarinya, rangkul pundaknya, cium pipinya, puji penampilannya, nyatakan cinta, tetaplah setia.

Istri akan bertekuk lutut di hadapan Anda.

Semoga bermanfaat yaa.. :)
Sumber: Cahyadi Takariawan, Konsultan keluarga
.

Jumat, 07 April 2017

Sudahkah Anda Merasakan Betapa Pendeknya Waktu Bersama Anak-Anak....



:: Sudahkah Anda Merasakan Betapa Pendeknya Waktu Bersama Anak-Anak....

WAKTU kita sangat pendek bersama anak-anak. Jadi jangan sia-siakan...

Anak2 itu tak selamanya kecil. 

Pada saatnya mereka akan tumbuh dewasa,mandiri dan berkeluarga.

Kalau mereka sudah menikah,tak lagi ada kesempatan bagi kita untuk meniupkan balon,bermain petak umpet,membacakan buku cerita,atau mewarnai bersama.

Betapa pun inginnya kita,tak ada lagi waktu yang pantas untuk membuatkan telor ceplok. Kita juga sudah tak mungkin lagi menyuapi mereka seraya bercanda dan memuji gambar bikinannya yang lebih mirip lidi berserakan.

Ya....,anak-anak itu tak selamanya kecil.

Kalau Allah Ta'ala beri mereka umur panjang,sebelum habis kekuatan kita untuk berjalan dengan tegak dan berbicara dengan suara lantang,anak-anak kita yang kemarin merengek meminta perhatian kita itu sekarang mungkin sedang sibuk memenuhi jadwal kegiatannya yang sangat padat.

Anak-anak yang kemarin menahan tangisnya karena kita tak kunjung mau mendampingi mereka untuk menuturkan cerita,hari ini mungkin kita yang harus belajar menahan diri karena sangat ingin mendengar cerita tentang mereka dari lisan mereka sendiri.

Semoga bermanfaat yaa untuk jadi bahan renungan kita semua.. :)